oleh

Dituding Langgar Jam Operasional, Pemilik Tempat Wisata Pulau Dutungan Beri Klarifikasi

JURNALTIME.co.id BARRU – Pemilik Tempat Wisata Pulau Dutungan, Andi Ina Kartika memberikan klarifikasi terkait tudingan pelanggaran jam operasional di tempat wisata yang dikelolanya di masa Pandemi Covid-19.

Dituturkan orang kepercayaan, Andi Ina menyebut tempat wisata Pulau Dutungan masih ditutup untuk pengunjung.

Adapun orang yang dituding oleh Anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Barru sebagai pengunjung, sebenarnya adalah keluarga dari Andi Ina Kartika sendiri.

“Jumlahnya sekitar dua puluh orang, mereka adalah keluarga dari Andi Ina Kartika, Tujuan kedatangannya untuk meninjau dan mengecek apakah pengelola tempat wisata Pulau Dutungan betul-betul tutup” kata orang kepercayaan Andi Ina yang tak mau disebutkan namanya ini, Minggu (3/1/2021).

Lebih lanjut, Andi Ina Kartika disebut tak bisa terus memantau tempat wisata yang dikelolanya, karena kesibukannya sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

“Tapi ia selalu menyampaikan kepada pengelola untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti himbauan Pemerintah” tambahannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Barru, Andi Syaripuddin memastikan bahwa orang yang datang ke Pulau Dutungan pada malam pergantian tahun, bukanlah pengunjung reguler melainkan keluarga dari pemilik tempat wisata.

“Pihak pengelola sudah memastikan bahwa pengunjung reguler tidak ada lagi sejak berlakunya surat edaran, dan kami sudah sampaikan agar tidak ada lagi pihak yang masuk pulau dutungan selama penutupan sementara” ujar Andi Syaripuddin.

Diberitakan sebelumnya, Objek Wisata Pulau Dutungan, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Barru, diduga melanggar jam operasional di tengah pandemi Covid-19.

Laporan ini diungkapkan oleh Anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Barru, Tajuddin yang menyebut saat memantauan di lokasi Penyeberangan Pulau Dutungan, melihat empat mobil yang diduga milik pengunjung yang menginap.

“Disini saya kewalahan memberikan edukasi karena rata-rata pengunjungnya tidak pakai masker. Hal ini Kami akan koordinasikan dengan Penanggung Jawab sekretariat Satgas Penanganan Covid -19 Kabupaten Barru” tulis Tajuddin melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (2/1/2021).(as/id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed