Banyaknya Usaha Timbangan di Pasangkayu, Diskoperindag Berupaya Mendapatkan Alat Tera

Jurnaltime.co.id PASANGKAYU – Diskoperindag (Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah) Kabupaten Pasangkayu masih harus menggunakan jasa tera dari luar daerah untuk memastikan timbangan sawit sesuai dengan standar hukum dan melindungi konsumen.

Hal ini disebabkan oleh belum adanya alat tera di Pasangkayu.

Menurut Rahadian Subakti, Kabid Perdagangan Diskoperindag Pasangkayu, kewajiban tera dan tera ulang bagi pengusaha timbangan TBS (Tanda Buah Segar) sawit diatur dalam UU No. 2 Tahun 1991 tentang Kemetrologian dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dari 86 timbangan yang terdaftar di Pasangkayu, 85 telah mematuhi regulasi tera dan tera ulang, meskipun ada yang belum mematuhinya.

Diskoperindag Pasangkayu bekerja sama dengan kota Palu dan Mamuju untuk jasa tera ini, yang biayanya bergantung pada jarak.

Pada 2018-2019, Diskoperindag mendapatkan anggaran Rp1,8 miliar untuk pengadaan alat tera, namun anggaran ditarik kembali akibat pandemi COVID-19.

Upaya mendapatkan alat tera masih berlanjut dengan bantuan Kementerian terkait, meskipun terganjal oleh regulasi baru dari UU Cipta Kerja yang mengatur retribusi kemetrologian menjadi urusan pusat.

Rahadian menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya mendapatkan alat tera di Pasangkayu karena banyaknya usaha timbangan di daerah tersebut.

Tahun 2023 tercatat 86 timbangan yang beroperasi, belum termasuk timbangan baru. Setiap tera timbangan membutuhkan biaya minimal Rp3,5 juta, tergantung jarak.

Diskoperindag berharap alat tera timbangan segera tersedia di Pasangkayu agar proses tera dapat dilakukan secara optimal dan konsumen terlindungi.(ah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *